PSI Lumajang Memanas, Ketua DPD Tuding Yang Memosi Tidak Percaya Bukan Pengurus

Agama & Pendidikan 01 Aug 2026 19:28 2 min read 174 views By Udin Syam
PSI Lumajang Memanas, Ketua DPD Tuding Yang Memosi Tidak Percaya Bukan Pengurus
BANTAH : Ketua DPD PSI Lumajang saat Konferensi Pers tentang polemik partainya.

LUMAJANG – Masalah di tubuh PSI Lumajang mulai menggelinding. Belum lama ini pihak yang mengaku pengurus DPD PSI Lumajang melakukan mosi tidak percaya terhadap kepengurusan Sudiyah dengan mendatangi DPW PSI Jawa Timur. Sudiyah merupakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Lumajang.

Abdul Rokhim, Ketua Harian DPD PSI Kabupaten Lumajang, menyampaikan, dinamika yang terjadi di internal partai perlu dilihat secara utuh. Tidak hanya berdasarkan informasi dari pihak tertentu.

"Kami ingin menyampaikan bahwa tanggal 31 kemarin ada beberapa kader PSI datang ke DPW Jawa Timur. Mereka  menyampaikan mosi tidak percaya. Mengatas namakan 70% DPC PSI Kabupaten Lumajang. Kami sampaikan bahwa yang menyampaikan mosi tidak percaya itu bukanlah DPC sebagaimana dalam gambar", ujar Rokhim, saat konferensi pers, di Kantor DPC PSI Lumajang, Sabtu, 1 Agustus 2026. 

Yang bersangkutan, kata Rokhim, bukan pengurus DPD, bukan pengurus DPC, dan juga bukan pengurus DPRT. Yang bersangkutan baru terdaftar belum 1 bulan sebagai anggota PSI. Sehingga belum menjadi pengurus.

"Sehingga ketika datang ke Surabaya mengatasnamakan pengurus DPC PSI di Lumajang, maka kami anggap itu sebagai kebohongan. Yang tentunya, karena ini diketahui publik, kami akan memikirkan untuk langkah selanjutnya," paparnya.

Seperti informasi yang berkembang di masyarakat, bahwa PSI Lumajang terjadi dualisme. Hal ini kemudian dibantah oleh Rokhim dalam Konferensi Pers. Kata Rokhim, yang ada hanya PSI yang diketuai oleh Bu Sudiyah. Sampai hari ini SK nya sah, resmi ditunjuk oleh DPP PSI.

"Kepada masyarakat luas, hati-hati kepada siapapun yang mengaku sebagai pengurus PSI. Memanfaatkan, mencari dengan alasan mencari pengurus, mencari calon dewan, dan lain sebagainya. Sepanjang tidak ada instruksi dari ketua yang sah, dalam hal ini Bu Sudiah, maka kita anggap mereka melakukan tugas ilegal," tandasnya tegas.

“Tetapi kami juga terima kasih. Dengan mereka melakukan tindakan itu, secara tidak langsung akan menyemangati kami untuk segera menyelesaikan tugas kami dalam penyusunan struktur sebagaimana yang ditugaskan oleh induk partai," paparnya. 

Sebelumnya, seperti dilansir berbagai media, sebagian kader PSI Lumajang mendatangi kantor DPW PSI Jatim karena Mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Sudiyah. 

Rokhim menambahkan, persoalan internal partai merupakan bagian dari dinamika organisasi yang semestinya diselesaikan melalui mekanisme dan aturan internal partai. 

"Dalam menyikapi perbedaan pandangan kita berharap seluruh pihak di internal PSI tetap mengedepankan komunikasi, musyawarah, serta mekanisme partai," imbuhnya (*).